Allahjuga mengajarkan kepada kita untuk mendoakan Ibu kita dengan doa ini, "Rabbir-hamhuma kama rabbayani sagheerah." (Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil) Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kita untuk berlaku baik kepada ibu kita. Betapatidak, karena pengorbanan yang dilakukan orang tua sangatlah tak ternilai harganya, dan sayangnya sekarang ini banyak anak-anak yang tidak menyadari arti pengorbanan dari orang tuanya. Hingga, kadang kala kita lihat pemberitaan di televisi, ada seorang anak yang sampai tega membunuh orang tuanya karena suatu permintaan yang tidak dapat Walaupunwaktunya cumalah sedikit, tapi sebagai seorang anak kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan Ibu dan juga Ayah. Jangan tunggu sesal, karena di luar sana ada begitu banyak teman-teman kita yang ingin berbakti kepada Ibu, tapi Ibunya sudah tiada. Hadirin serta teman-teman yang berbahagia; Pertamatama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT, atas nikmat yang telah diberikan kepada kita sekalian, yang dengan rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul disini untuk yang kesekian kalinya, khususnya pada pagi ini dalam rangka memperingati dan menyemarakkan perayaan "Hari Ibu". Karenapengorbanan yang besar inilah, kita wajib menyayangi ibu kita, lebih dari sayang kita kepada orang lain. Dahulu ada seseorang sahabat bertanya kepada Rasulullah "Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" WDuM. Di bawah ini adalah contoh teks pidato singkat Bahasa Inggris tentang ibu. Contoh pidato ini utamanya bisa disampaikan di hari ibu atau dalam lomba pidato bertemakan ibu atau orangtua. Semoga contoh pidato ini bisa membantu Anda untuk menyusun teks pidato Anda sendiri dengan topik serupa. Good morning, everyone. I would like to thank you all for presenting here. It is such an honor to be standing here in front of you today on this very occasion talking about mother. First of all, let us express our gratitude toward the Almighty who has given us His endless blessing and grace so that we all can gather here in this sunny morning in good condition and health. Ladies and gentlemen, what first comes to mind when you heard the word love, care, kindness, and affectionate? For me, the answer would be a mother because those words are associated with my mother. My mother is the most loving and caring person I know. Actually, there is no word that can perfectly describe this beautiful human being who is my mother. Mothers are amazing persons. They take care of their children dearly. Mothers keep us protected no matter what even if it means to sacrifice themselves. Their love is priceless. There is nothing in this world that can compare to their love. Let us imagine the struggle and the pain that they have been through just to raise their children. Starting from the pregnancy, they have to carry their children in their wombs for nine months. Then, they risk their lives just to deliver their children safely to this world. After they deliver the children, they have to raise and nurture them to be decent persons that can give positive impacts to the world. Ladies and gentlemen, I am very lucky to have my mother who loves me so much. There are many people who do not have a mother or have a mother who does not act like one. If you are as lucky as I am, do not forget to repay the love of your mother by loving her back. We can express our love to our mothers by helping her doing her works. We can also love her by being a good kid who stays out of troubles. Let us also ask God to always keep her safe. Ladies and gentlemen, mothers are really special persons God created for us. Mothers are children’s protector, teacher, first friend, and first love. To end my speech, I would like to quote a saying by Prophet Muhammad, “heaven lies under the feet of your mother.” We should always love and be kind to our mother. Thank you so much for your attention. Terjemahan Selamat pagi, hadirin sekalian. Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Anda semua di sini. Merupakan kehormatan bagi saya untuk berdiri di hadapan Anda semua di acara ini untuk berpidato tentang ibu. Pertama-tama, mati kita ucapkan rasa syukur kita kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kita berkah dan rahmat yang tiada akhir sehingga kita semua bisa berkumpul di pagi yang cerah ini dalam kondisi sehat walafiat. Hadirin sekalian, apa yang pertama terlintas dalam pikiran saat Anda mendengar kata cinta, kepedulian, kebaikan, dan kasih sayang? Bagi saya, jawabannya adalah ibu karena kata-kata tersebut berkaitan dengan ibu saya. Ibu saya adalah orang yang paling penuh kasih dan perhatian. Sebenarnya, tidak ada satu katapun yang dapat dengan sempurna mendeskripsikan ibu saya yang cantik ini. Ibu adalah orang yang luar biasa. Mereka sangat memperhatikan anak-anak mereka. Ibu melindungi kita tidak peduli jikapun itu harus mengorbankan diri mereka. Cinta mereka sangat berharga. Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan cinta mereka. Mari kita bayangkan perjuangan dan rasa sakit yang harus mereka lalui hanya untuk membesarkan anak-anak mereka. Dimulai dari hamil, mereka harus mengandung anak mereka dalam rahim mereka selama sembilan bulan. Kemudian, mereka mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk melahirkan anak mereka ke dunia ini dengan selamat. Setelah mereka melahirkan anak mereka, mereka harus membesarkan dan mengasuh anak-anak mereka untuk menjadi orang baik yang bisa memberikan efek positif untuk dunia. Hadirin sekalian, saya sangat beruntung mempunyai ibu yang sangat menyayangi saya. Ada banyak orang yang tidak memiliki ibu atau memiliki ibu yang tidak bersikap seperti ibu. Apabila Anda seberuntung saya, jangan lupa untuk membayar cinta ibu Anda dengan mencintainya kembali. Kita bisa mengungkapkan cinta kita kepada ibu kita dengan membantunya mengerjakan pekerjaannya. Kita juga bisa membantunya dengan cara menjadi anak baik yang jauh dari masalah. Mari kita meminta Tuhan untuk selalu melindunginya juga. Hadirin sekalian, ibu adalah orang yang sangat spesial yang Tuhan ciptakan untuk kita. Ibu adalah pelindung, guru, teman pertama, dan cinta pertama anak-anaknya. Untuk mengakhiri pidato saya, saya ingin mengutip perkataan Nabi Muhammad, “surga ada di telapak kaki ibu.” Kita harus selalu mencintai dan berbuat baik kepada ibu kita. Terima kasih atas perhatian Anda. - Hari Ibu di Indonesia diperingati setiap tanggal 22 Desember. Ada banyak contoh pidato singkat untuk memperingati Hari Ibu, salah satunya yang mengangkat tema mengenai pentingnya peran ibu atau perempuan dalam peringatan Hari Ibu di tanah air bermula dari penyelenggaraan Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta pada 22-25 Desember 1928 atau beberapa pekan setelah Kongres Pemuda II yang menghasilkan Sumpah dari Kesadaran Nasional Dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan 2008 karya Slamet Muljana, dua tahun setelah kongres pertama itu dinyatakan bahwa gerakan wanita adalah bagian dari pergerakan nasional. Kaum perempuan wajib ikut serta memperjuangkan martabat nusa dan hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 itulah yang kemudian menjadi acuan peringatan Hari Ibu. Pemerintah RI melalui Dekrit Presiden Sukarno pada 1953 menetapkan setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari juga 45 Kata-kata Hari Ibu Singkat yang Penuh Makna dan Bikin Haru 30 Kata Ucapan Hari Ibu Singkat dalam Bahasa Inggris & Indonesia Hari Ibu 2022 Ucapan-Doa untuk Ibunda yang Sudah Meninggal Contoh Pidato Hari Ibu tentang Pentingnya Peran Perempuan Berikut ini contoh pidato Hari Ibu, membahas tentang peran perempuan dalam kehidupanAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhSelamat pagi, bapak, ibu, saudara/saudari sekalianSemoga kita semua berada di dalam naungan rahmat AllahPuji syukur ke hadirat Allah yang telah memberikan segala nikmat dan karunia-Nya sehingga kita semua bisa berkumpul di sini untuk memperingati Hari di atas segalanya, berkat-Nya kita bisa hadir bersama di sini untuk memperingati hari yang penting bagi perantara munculnya kehidupan manusia yang terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari, ibu punya peran yang tidak ternilai dan tidak bisa dibalas dengan apa pun. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk menghormati sosok seorang juga Background Hari Ibu 22 Desember 2022 Link Download Gratis Apa Beda Hari Ibu 22 Desember dengan Mother's Day? Merayakan Hari Ibu di Berbagai Negara Dari Prancis Hingga Thailand Bapak, ibu, dan hadirin yang terhormatPeringatan hari ibu 2022 bisa kita jadikan sebagai ajang introspeksi diri serta menghargai jasa ibu yang telah melahirkan kita. Tanpa ibu, kita tidak dapat hadir ke dunia ini, apalagi untuk menikmati dan mensyukuri nikmat begitu, setiap manusia wajib menghormati pengorbanan sosok ibu. Seperti yang kita tahu, surga ada di telapak kaki ibu. Oleh sebab itu, tiada lagi yang bisa kita lakukan untuk membalas kebaikannya. Lahir dari rahim perempuan, kita ditumbuhkan menjadi manusia yang kini mempunyai akal. Siapa lagi yang bisa melakukan hal tersebut selain sosok ibu? Oleh sebab itu, wajibnya kita mengikuti ibu dalam ibu, dan hadirin yang berbahagiaMarilah kita panjatkan puji syukur atas sosok perempuan yang sangat berarti untuk kehidupan kita ini. Tanpa ibu, kita tak bisa menjadi manusia utuh seperti saat ini. Untuk itu, jangan lupa untuk mendoakan mereka dan berbakti kepada ibu selama masih yang telah ditinggalkan, janganlah bersedih hati. Ibu telah menjadikan kita sebagai manusia utuh yang harus berani menjalankan kehidupan selanjutnya. Doa tulus serta ikhlas untuk ibu yang bisa meringankan beban di dunia akhirat mengurangi rasa hormat, setelah ini kita akan mengadakan doa bersama untuk para ibu yang sudah berkorban banyak demi kehidupan anak-anaknya. Sekian pidato dari saya, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah warahmatullahi wabarakatuhBaca juga Mengapa Hari Ibu Diperingati Setiap Tanggal 22 Desember? Contoh Surat untuk Hari Ibu yang Menyentuh Hati, Singkat & Manis Cara Peringati Hari Ibu 22 Desember 2022 Menurut KemenPPPA - Pendidikan Kontributor Yuda PrinadaPenulis Yuda PrinadaEditor Iswara N Raditya Seperti yang kita ketahui, ibu adalah sosok yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Tidak ada kasih sayang yang melebihi kasih sayang seorang ibu terhadap selalu menjadi orang pertama di saat senang maupun susah. Untuk itu, kita harus menyangi ibu dan juga ayah kita sampai kapan persembahan untuk para ibu hebat di seluruh dunia, kali ini kami persembahkan sebuah pidato dalam bahasa Inggris mengenai ibu beserta terjemahannya. Let’s dive in! Contoh PidatoA Tribute to MotherAssalamu’alaikum Warahmatullahi allow me to extend my gratitude to Allah, the Most High, the Most Great, and the One who sustains and protects us on every single seconds of our life. Peace and blessings be upon the Prophet of mercy, Muhammad SAW, who was sent by God as a mercy and guide to the warm welcome to you all! Hope you all are doing well and are happy to greet this we are gathered here to salute the most lovable and important person in our lives – Mother’. Without her, anyone of us could have not been mother feeds her children with her own blood in the womb and does a lot of sacrifices to raise her children. A mother sincerely takes so much pain and labor just to bring us into this beautiful world. A mother forgets about all her pain just to see the happiness on the face of their mother’s love for her child is like nothing else in the world. No love can exceed or even match the love of a mother for her child. Mother is the epitome of love, sacrifice and Islam, a mother even is given a special status by Allah by His Messenger saying, “Paradise lies under the feet of mothers.” So, she must be the one who is the most beloved and respected person to a Muslim, after Allah and his all the things and sacrifices she has done, it is reasonable that Allah commands us to be good to our mothers. He ordered us to look after them even more when they are old and weak. He taught us to be gentle to our mothers and speak to them in a nice manner. He also told us to supplicate to Him for our Mothers with this prayer,“Rabbir-hamhuma kama rabbayani sagheerah.”O Allah, have mercy upon my parents; the way they had mercy upon me when i was young.The Prophet Muhammad SAW has also ordered us to be good to our mothers. He has told us about the great rewards for that person who is good to his mother. He has described the mother as being a door of paradise.’ He has also warned us of severe punishments for that person who is disobedient to his hard we try, we can never repay our mothers for what they have done for us. However, we can at least try, and also ask Allah to ask Allah to bless our parents, to forgive them, to have mercy upon them, and to assist us in fulfilling our duties toward mothers are indeed a great blessing from Allah. We should appreciate this blessing as much as we can. Whilst our mothers are alive, we still have a golden opportunity to treat her in the best our let me close this speech with an abbreviation of the word “MOTHER”.“M” is for the million things she gave me,“O” means only that she’s growing old,“T” is for the tears she shed to save me,“H” is for her heart of purest gold,“E” is for her eyes, with love-light shining,“R” means right, and right she’ll always you for your Warahmatullahi PidatoSebuah Persembahan untuk IbuAssalamu’alaikum Warahmatullahi ijinkan saya memanjatkan syukur kepada Allah, yang Maha Tinggi, Maha Besar, dan Yang memelihara dan melindungi kita di setiap detik hidup kita. Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang dikirim Allah sebagai rahmat dan petunjuk bagi dunia hangat kepada kalian semua! Semoga kalian semua dalam kondisi sehat dan bahagia menyambut acara ini kita berkumpul disini untuk memberikan penghormatan kepada seorang yang paling kita cintai dan paling penting dalam hidup kita – Ibu. Tanpanya, kita tidak mungkin bisa berada ibu memberi makan anak-anaknya dengan darahnya sendiri dalam kandungannya. Seorang ibu rela menahan rasa sakit hanya untuk membawa kita ke dunia yang indah ini. Dan seorang ibu melupakan semua rasa sakitnya hanya untuk melihat kebahagiaan di wajah seorang ibu untuk anaknya tidak ada yang menyamai di dunia ini. Tidak ada cinta yang melebihi atau bahkan sebanding dengan cinta seorang ibu untuk anaknya. Ibu adalah simbol cinta, pengorbanan, dan islam, seorang ibu bahkan diberikan status istimewa oleh Allah, melalui sabda Nabi-Nya, “Surga berada di bawah kaki ibu”. Jadi, dialah sosok yang seharusnya paling dicintai dan dihormati bagi seorang muslim setelah Allah dan segala hal dan pengorbanan yang telah ia lakukan yang telah ia buat, sudah sewajarnya, Allah memerintahkan untuk berlaku baik kepada ibu kita. Allah memerintahkan kita untuk menjaga mereka, terlebih ketika mereka tua dan lemah. Allah mengajarkan kita untuk bersikap lembut kepada ibu kita dan berbicara dengan mereka dengan cara yang baik. Allah juga mengajarkan kepada kita untuk mendoakan Ibu kita dengan doa ini,“Rabbir-hamhuma kama rabbayani sagheerah.”Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecilNabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan kita untuk berlaku baik kepada ibu kita. Beliau memberitahu kita tentang hadiah besar bagi seseorang yang berlaku baik kepada ibunya. Beliau menggambarkan ibu sebagai “Pintu Surga”. Beliau juga memperingatkan kita akan hukuman yang keras bagi orang yang durhaka pada apapun kita mencoba, kita tidak akan pernah bisa membayar apa yang telah ibu kita lakukan untuk kita. Namun, minimal, kita bisa mencoba dan meminta Allah untuk memberkatinya, memaafkannya, memberikan rahmat atasnya, dan membantu kita memenuhi kewajiban kita atas kita sesungguhnya adalah anugerah yang luar biasa dari Allah. Sudah seharusnya kita menghargai anugerah ini dengan sebaik-baiknya. Selagi ibu kita masih hidup, kita masih memiliki kesempatan emas untuk memperlakukannya sebaik yang kita ijinkan saya menutup pidato ini dengan sebuah kepanjangan dari kata “IBU”.“M” untuk jutaan hal yang telah ia berikan,“O” berarti ia tengah semakin tua,“T” untuk air mata yang menetes karena anaknya,“H” untuk hati yang semurni emas,“E” untuk mata yang selalu bersinar penuh cinta,“R” untuk ya, benar, dia akan selalu kasih atas Warahmatullahi contoh pidato bahasa Inggris tentang ibu yang bisa kami berikan. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang mempersiapkan sebuah pidato mengenai ibu. Monday, September 19, 2022 Edit - Pada artikel ini kita akan membahas pidato tentang pengorbanan ayah dan ibu. Ayah dan ibu adalah orang yang berjasa dalam hidup kita. Mereka berdua merupakan perantara adanya kita di dunia jugaCeramah Singkat tentang Zina Beserta Dalilnya Berikut ini pidato tentang pengorbanan ayah dan عليكم ورحمة الله وبركاتهان الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله اما بعدPara hadirin yang dirahmati Allah. Salam sejahtera bagi kita semua. Semoga kita senantiasa berada dalam rahmat dan keberkahan Allah SWT. Segala puji bagi Allah. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Rasul Nabi Muhammad hadirin. Pernahkah kita berpikir bagaimana kita bisa hadir di alam dunia ini? Pernahkah kita bertafakur tentang seorang wanita yang perutnya membesar dikarenakan sedang mengandung? Pernahkah kita bertafakur tentang seorang lelaki yang membanting tulang mencari penghidupan untuk keluarganya?Itu lah pengorbanan ayah dan ibu kita. Keduanya memiliki tugas qudrati masing-masing. Seorang ayah selaku pemimpin keluarga memiliki tanggung jawab lahir batin terhadap keluarganya. Dosa yang dilakukan anggota keluarganya akan ditanyakan kepada kepala keluarganya. Seorang ibu selaku pusat kasih sayang dalam keluarga bertanggung jawab mengurus keseimbangan kehidupan hadirin. Bagaimana Islam memerintahkan kepada kita dalam hal pengorbanan ayah dan ibu?Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirmanوَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَ ۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ"Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu."QS. Luqman 31 Ayat 14Para hadirin yang dimuliakan Allah. Ayat tadi menjelaskan kepada kita sebuah perintah agar kita berbakti kepada kedua orang tua kita. Pada ayat itu disebutkan kespesialan pengorbanan ibu yaitu dengan mengandung dan hadirin. Pesan dari pidato ini adalah pembuktian keimanan kita kepada Allah SWT adalah dengan berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan kepada Allah lah kita akan saja yang dapat saya sampaikan. Semoga berkah dan bermanfaat. عليكم ورحمة الله وبركاتهSekian saja pembahasan pidato tentang pengorbanan ayah dan ibu. Semoga bermanfaat. Oleh Nur Rahmi وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّـاهُ وَبِالْوَلِدَيْنِ إِحْسَـناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا 23 وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا24 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” QS. Al-Isra’1723-24 Besarnya kasih sayang ibu terhadap anaknya, tak pernah terganti dan tak mampu kita membalasnya. Walau segala upaya kita lakukan dan kita perbuat untuknya, tidak akan pernah menandingi besarnya pengorbanan ibu. Suatu hari, Ibnu Umar melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu nafas ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi. Subhanallah, begitu agungnya perjuangan seorang ibu. Pantas ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, kepada siapakah kita harus berbakti pertama kali? Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, Ibumu! sampai tiga kali, baru yang keempat Beliau menjawab ayahmu. Sementara itu, pepatah kuno menggambarkan kasih seorang ibu terhadap anaknya sepanjang masa, tak ada batas waktunya, hingga ajal memisahkan keduanya. Segala upaya dilakukannya, hanya untuk membahagiakan anaknya meski ia harus bersusah payah, luka dan berdarah-darah. Bahagia, tawa, dan senyum, anaknya adalah bahagianya. Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-Kabair berkata “Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu, dan ia hilangkan rasa mengantuknya karena menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh, tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya, dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu, dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Pandangan Islam Tentang Ibu Pada zaman jahiliyah wanita tidak ada artinya bagi kalum lelaki, kecuali hanyalah pemuas hasrat dan birahi kaum lekaki. Sementara wanita tidak berdaya, keculi untuk tunduk terhadapnya. Namun, hal itu berubah derastis ketika Islam datang dengan al-Qur’an sebagai wahyu, dan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam sebagai teladan sejati. Al-Quran menempatkan wanita pada kedudukan yang sangat tinggi dan mulia. Al-Quran bertutur banyak tentang posisi wanita sebagai seorang Ibu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengambarkan tentang tingginya posisi itu, seolah-olah di sejajarkan dengan posisi-Nya. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِالْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالا فَخُورًا ٣٦ “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan apa yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” QS. An-Nisa 36 Artinya, berbuat baiklah kalian kepada mereka dengan ucapan yang mulia, tutur kata yang lembut, dan perbuatan yang baik, dengan menaati perintah mereka berdua dan menjauhi larangan mereka, memberikan nafkah kepada mereka, memuliakan orang yang memiliki hubungan dengan mereka berdua, dan menyambung tali silaturahim, yang mana tidak akan ada kerabat bagimu kecuali dengan perantaraan mereka berdua. Sebgaimana Allah berfirman, yang artinya “Dan Kami perintahkan kepada semua manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah, dan kemudian menyapihnya dalam dua tahun.” QS. Luqman 14. Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam membandingkan antara shalat dan berbuat baik kepada orang tua birrul walidain. Seorang sahabat pernah bertanya; ’’amal apa yang paling utama menurut engkau wahai Nabi? Beliau Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam menjawab ’’shalat tepat pada waktunya. Lantas apa, tanya sahabat?’’, Nabi menjawab’ berbuat baik kepada kedua orangtua” birul walidain. Sahabat itu bertanya lagi’’ lantas apa?, Nabi menjawab lagi ’’Jihad di jalan Allah Saw.”” Muttafaqun Alaih Imam al-Qurtubi menuturkan, bahwa posisi birrul walidain itu menempati level kedua setelah shalat wajib, baru kemudian jihad. Dalam keterangan lain, Nabi menuturkan عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – “?رِضَى اللَّهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ?” أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ “Diriwayatkan dari Ibn Umar Radhiyallahu anhu, ia berkata, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam menuturkan’’ Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah juga terletak pada murka kedua orang tua.” Tirmidzi. Surga Di telapak kaki ibu Rasulullah Shalallhu Alaihi Wa Salam bersabda yang artinya, “Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu, kemudian ibumu, sekali lagi ibumu, kemudian bapakmu, kemudian orang yang terdekat, dan yang terdekat” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu’awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 dan berkata Tirmidzi, “Hadits Hasan”] Islam memandang besarnya pengorbanan seorang ibu, terbukti dari sabda Rasulullah Shalallahu Alahi Wa Salam. Dalam sebuah hadits yang lain menyebutkan bahwa surga berada di telapak kaki ibu. اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ، مَنْ شِئْنَ أَدْخَلْنَ وَ مَنْ شِئْنَ أَخْرَجْنَ Surga itu di bawah telapak kaki ibu. Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah, no. 593 Begitulah sebuah ungkapan yang sering kita dengar untuk menggambarkan kedudukan ibu terlepas dari kontroversi kedudukan hadits tersebut di kalangan ulama. Mampukah Kita Membalas Kebaikan Ibu? Dari beberapa hadits di atas, sudah barang tentu kita bisa menjawab pertanyaan itu. Bahwa tidak akan mampu kita membalas meski harta yang melimpah dan kenyaman yang kita berikan, sungguh tidak akan mampu. Namun bukan berarti, kita tidak berbuat apapun untuk membalas kebaikannya, walau hanya sekedar “nafas” ketika melahirkan kita. Beberapa di antara yang bisa kita lakukan untuk membalas kebaikan ibu adalah, pertama bergaul dan berbuat baik. Memberikan kebahagiaan meski membuatnya tersenyum adalah suatu perkara yang terkadang kecil, namun jarang sekali orang melakukannya. Padahal, kebaikan-kebaikan sekecil apapun yang kita lakukan adalah kebahagiaan tersendiri untuk mereka. Kedua, bertutur dengan perkatan baik dan lemah lembut. Hati orang tua biasanya lebih sensitif terhadap sesuatu hal. Jadi, sebagai anak hendaknya menjaga hati orang tua dan menjaga lisan dan perbuatan kita agar tidak menyakitinya atau membuatnya sekedar tersinggung. “Ah” saja tidak boleh apalagi “mengomel” dan menyakitinya. وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّـاهُ وَبِالْوَلِدَيْنِ إِحْسَـناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا 23 وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا24 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” QS. Al-Isra’1723-24 Ketiga, tawadhu rendah diri artinya kita tidak sombong dengan apa yang kita miliki. Justru malah seharusnya kita sadar dengan apa yang kita miliki tidak terlepas dari usaha dan jeri payah orang tua dalam mendidik dan mengantarkan kita kepada jalan kesuksesan itu. Dan masih banyak yang lainnya, namun tak kalah pentingnya adalah mendoakannya. Apakah mereka masih hidup atau sudah tiada. Dalam Al-Qur’an terdapat beberapa doa yang ditujukan untuk orang tua, di antaranya رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلا تَبَارًا “Ya Tuhanku! ampunilah aku, ibu-bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman[14] dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.” رَبَّنَااغْفِرْ لِيوَلِوَالِدَيَّوَلِلْمُؤْمِنِينَيَوْمَيَقُومُالْحِسَابُ “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab hari kiamat.” [Ibrahim41] Sementara, Ibnu Jarir Ath-Thabari menjelaskan, “Allah berpesan agar setiap orang melakukan bakti kepada orang tua dengan berbagai bentuk perbuatan baik. Namun kepada selain orang tua, Allah hanya memesankan ’sebagian’ bentuk kebaikan itu saja. “Katakanlah yang baik, kepada manusia.” Diriwayatkan oleh Al-Hakim, dinyatakan shahih oleh Al-Albani. Jika kita harus menghitung kasih sayang seorang ibu, maka tidak akan ada seorang pun yang mampu untuk menghitungnya. Lantas kemudian, dengan penuh pengorbanan itu masih ada hatikah kita untuk menyakitinya? Masih adakah hati untuk kita membentak dan menganggapnya remeh hidup dan peran dalam kehidupan kita? Pantas saja Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam dalam sabdanya mengatakan bahwa sungguh merugi orang yang jika seumur hidupnya diberkan waktu bersama orang tuanya, namun tidak membuatnya masuk surga sementara banyak yang bisa dilakukannya. “Sungguh kasihan, sungguh kasihan, sungguh kasihan.” Salah seorang Sahabat bertanya, “Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua-duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah menua, namun tidak bisa membuatnya masuk Surga.” Riwayat Muslim. L/P08/P02 *Wartawan Mi’raj News Agency MINA Mi’raj News Agency MINA

pidato tentang pengorbanan seorang ibu